Basic Training Organization
Kegiatan kaderisasi yang dilaksanakan pada tanggal 7-9 November 2014 di Bogor yang di hadiri oleh Pemerintah Provinsi Riau (Badan Penghubung Provinsi Riau di Jakarta) dan juga tokoh Riau Bpk.Drs.H.Zaharir AR
Wednesday, 7 October 2015
Asap itu Bukan Sekedar Bencana Alam
Sunday, 19 July 2015
Warga Bisa Laporkan Jika Jumpai Pejabat Mudik Dengan Mobil Dinas
Tuesday, 14 July 2015
Pemrov Riau Dukung Pacu Jalur Mendunia
PEKANBARU: Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) terus mencari inovasi dalam pengembangan potensi wisata daerah. Salah satu yang dinilai memiliki peluang besar untuk "dijual" ke tingkat nasional dan internasional adalah iven pacu jalur. ?
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau, Fahmizal, Minggu (12/7/2015) di Pekanbaru. Menurutnya, salah satu strategi yang diperlukan adalah menggaungkan promosi sampai ke tingkat nasional dan internasional.
"Banyak potensi wisata yang perlu kita promosikan.Untuk itu, kita terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk memaksimalkan potensi dan gaung wisata daerah. Seperti iven pacu jalur yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini," tuturnya.
Fahmizal menerangkan, langkah tersebut merupakan wujud dukungan provinsi terhadap pengembangan destinasi wisata di daerah. Gayung bersambut, Kementerian Pariwisata menerima usulan tersebut.
Ini terlihat dengan promosi dan sosialisasi yang akan dilakukan Kementerian Pariwisata sampai ke tingkat nasional bahkan internasional.
"Dari hasil koordinasi kita ke Kementerian Pariwisata memang itu pesannya. Harus lebih diduniakan lagi, seperti iven pacu jalur yang akan dipromosikan pusat ke tingkat internasional,"tuturnya.
Langkah tersebut, tambah Fahmizal harus didukung dengan kesiapan daerah. Mulai dari infrastruktur, sikap yang bersahabat dengan wisatawan dan kegiatan positif lainnya.
Salah satu dukungan yang dilakukan adalah dengan konsep home stay, karena kendala yang kerap dialami didaerah adalah minimnya hotel dan penginapan. Bahkan, untuk program ini, Disparekraf Riau juga telah merancang kerja sama dengan Kementerian Pariwisata RI.(rgi/mz)
Sumber : www.riau.go.id
Friday, 10 July 2015
Gawat... Sumatera 215 Titk Api, 192 Ada di Riau
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Hasil pengamatan satelit Terra dan Aqua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Jumat (10/7/2015) mendeteksi munculnya 215 titik panas (hotspot) di Sumatera. Dari angka itu, sebanyak 192 titik api di antaranya terdeteksi di wilayah Riau.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sugarin merincikan, untuk wilayah Riau, hotspot terdeteksi menyebar di sepuluh kabupaten/kota yang didominasi oleh kabupaten Rokan Hilir (Rohil) yakni sebanyak 63 hotspot dengan confidence diatas 70 persen.
"Dari 192 hotspot di Riau, 63 hotspot terdeteksi di wilayah Rohil. Selanjutnya disusul Pelalawan dengan 53 hotspot, Inhu 20 hotspot, Bengkalis 17 hotspot, Kuansing 13 hotspot, Kampar 5 hotspot, Siak 4 hotspot, kemudian Pekanbaru dan Inhil masing-masing 3 hotspot," jelas Sugarin.
Dikatakan Sugarin, banyaknya titik panas atau hotspot yang terdeteksi di wilayah Riau telah berpengaruh langusng terhadap jarak pandang (visibility) di sejumlah kawasan di Riau. "Pekanbaru visibility 5 km (haze), Dumai 4 km (haze), Pelalawan 5 Km (haze) dan Rengat 5 km (haze)," ujar Sugarin.
Banyaknya hotspot yang terdeteksi di Riau, lanjut Sugarin juga telah berakibat langsung pada kualiatas udara dimana alat pemantau PM10 indeks standar pencemaran udara (ISPU) Pekanbaru dalam kategori tidak sehat.
"Sedangkan prakiraan cuaca hari ini secara umum Provinsi Riau cerah berawan. Peluang turunnya hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi pada malam atau dini hari di wilayah Riau bagian tengah dan pesisir timur," tukasnya.
Sumber : www.riaupos.co
Sunday, 5 July 2015
Haris Dampingi Mendagri Nonton Film "Menunggu Bono"
Kali ini promosi wisata bono dengan membuat soundtrack film Bono dengan judul "Menunggu Bono" yang dilakukan Bupati. Dan dalam hal ini, Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan, penggarapan film Menunggu Bono merupakan suatu tonggak perjuangan memperkenalkan dan membangun potensi daerah Pelalawan. Pengarapan film layar lebar ini mengangkat budaya melayu dan fenomena gelombang bono sebagai latar dari film tersebut.
Pemutaran film bono ini langsung disaksikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indinesia (Mendagri RI) Tjahyo Kumolo bersama istri, Gubenur Riau Arsyadjuliandi Rachman bersama istri, Kementerian Pariwisata, Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Riau dan DPRD Kabupaten Pelalawan, Sektretaris Kabupaten Pelalawan Drs H Tengku Mukhlis MSi, unsur forkompinda Provinsi Riau dan forkompinda Kabupaten Pelalawan, Kepala SKPD beserta istri lingkup Provinsi Riau dan Kabupaten Pelalawan, produser, sutradara, para pemeran yang terlibat film bono dan Kru film.
Demikian hal inin disampaikan Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangun Dearah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif MSi,Minggu (5/7) di Pangkalan Kerinci. Dikatakannya, bahwa pemutaran film menunggu Bono didepan Mendagri RI ingin menyampaikan, kalau Kabupaten Pelalawan merupakan suatu daerah yang mempunyai sumber daya alam (SDA) yang indah dan asri. Dimana disatu Kecamatan terdapat sebuah ombak yang kuat termasuk 5 ombak tergenas di sungai seluruh di dunia setelah Sungai Amazon di Negera Brazil.
"Segala segi sektor terus dilakukan untuk mempromosikan pariwisata di Kabupaten Pelalawan khususnya ombak Bono kepada masyarakat luar, maka dari itu saya membuat film yang menceritakan tentang kedashayatan ombak bono dengan judul " Menunggu Bono". Ombak bono merupakan ombak terganas yang terletak di Sungai Kampar setelah ombak sungai Amazon," ujar HM Harris.
Mantan Ketua DPRD Pelalawan dua periode ini mengungkapkan, bahwa Kabupaten Pelalawan sebagai negeri khatulistiwa di Pulau Sumatera pada Wilayah Provinsi Riau memiliki potensi sumberdaya alam dan kekayaan budaya yang cukup besar.
Dengan posisi yang strategis di Jalur Lintas Timur Sumatera dan terakses langsung ke Selat Melaka menjadikan Pelalawan memiliki peluang yang besar dan peran penting dalam perekonomian nasional, regional dan bahkan global.
"Maka film ini merupakan langkah kongrit guna menjawab promosi potensi di daerah ini, kita melihat melalui flim ini, akan banyak pesan-pesan moril yang bisa ditonton masyarakat regional dan bahkan global, sasaran yang kita harapkan, disamping promosi daerah, kita berharap obyek wisata bono bisa melegenda, disamping itu kita juga berharap akan banyak investor yang menanamkan modalnya di bumi Pelalawan," harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangun Dearah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan Ir M Syahrul Syarif menambahkan, bahwa bila ada investor yang mau menanamkan modalnya di wisata bono, berharap para investor tersebut harus mendukung visi Pembangunan Pelalawan yakni terwujudnya Kabupaten Pelalawan Yang Sejahtera, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global secara Berkelanjutan, dalam Masyarakat Inklusif yang Beradat, Beriman, Bertaqwa dengan Mengembangkan Nilai Budaya Melayu Tahun 2025.
"Gerak pembangunan terus dipacu dengan strategi melalui penguatan sistem inovasi daerah. Kita berharap pemerintah pusat terus mendukung program pariwisata yang di Kabupaten Pelalawan. Selain wisata bono, masih banyak objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Pelalawan seperti wisata Danau Tajuwid, wisata istana sayap dan lainnya. Pariwisata yang ada ini perlu dimanfaatkan baik,dengan menggarap potensi yang ada benar-benar didukung," pungkasnya. (rgi/Iin)
sumber : http://www.riau.go.id/
Wednesday, 24 June 2015
Desa Adat Perlu Kekuatan Hukum
sumber : riau.go.id
Undangan Buka Bersama Masyarakat Riau di Jakarta bersama Gubernur
Assalamualaikum Wr.Wb
Melanjutkan surat undangan Badan Penghubung Provinsi Riau, kami selaku pengurus SEMARI mengundang kepada abang,kakak, dan teman-teman sekalian untuk dapat hadir dalam rangka meningkatkan hubungan silaturahmi dan Ukhuwah Islamiah masyarakat Riau Jakarta dan Pemerintah daerah, pada :
Acara : Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 Juni 2015
Waktu : Pukul 16:00 - 20:00 WIB
Tempat : Gedung Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah
Tema : Dengan Semangat Ramadhan Kita Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
Demikian undangan ini di sampaikan, atas kehadiran dan partisipasi diucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr.Wb
Tuesday, 16 June 2015
Jemputan
Tempat : Hotel Mona Plaza, Pekanbaru
Waktu : 16:00 WIB s/d Selesai
0813-6596-4820 (Icksan/Ketum SEMARI 2015-2017)
0853-5591-6341 (Adlul-Sekjen)
Monday, 15 June 2015
Semari Banten Juarai Futsal Gemakusi Cup II
Sunday, 31 May 2015
SEMARI Raih Penghargaan Pentas Malam Puisi Serumpun
![]() |
Penyerahan penghargaan Juara Terbaik Dua oleh Jose Rizal Manua
|
![]() |
| Foto bersama UPT Anjungan Riau Taman Mini Indonesia Indah (TMII) |
Thursday, 28 May 2015
Bupati Irwan Nara Sumber Diskusi Publik "Meneroka Meranti Masa Kini dan Masa Akan Datang"
SELATPANJANG - Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si menjadi nara sumber Diskusi Publik dengan Tema "Meneroka Meranti Masa Kini dan Masa Akan Datang", acara yang bertujuan untuk mengkomunikasikan perkembangan dan keingan masyarakat Meranti itu, digelar di Hotel Alpha Pekanbaru, Minggu (10/5/2015).
Turut hadir dalam acara yang digelar oleh Ikatakan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS) Pekanbaru itu, Pengamat Tata Letak Kota Provinsi Riau Ir. Mardiyanto Manan, MT, Koordinator Wilayah Riau Program Keluarga Harapan. Dr. Abdul Halim Mahally, tokoh masyarakat Fahrudin Bakar, Anggota DPRD Riau Dapil Meranti T. Nazlah, Anggota DPRD Meranti Ardiansyah, Asisten II Sekda Ir. Anwar Zainal, Kadis/Kabag, pengurus dan anggota ikatan mahasiswa Meranti, serta tokoh lainnya.
Meranti sebagai sebuah Kabupaten termuda di Riau, untuk menjadi yang terdepan, banyak tantangan yang harus dibenahi, mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, peningkatan kwalitas SDM, membangun ekonomi, hingga pengentasan masalah sosial seperti kemiskinan yang masih cukup tinggi, angka pengangguran yang tiap tahun bertambah, dan masalah kriminalitas yang terus menghantui daerah yang sedang berkembang.
Bupati Irwan, selaku pembicara berharap, melalui acara itu dapat menghadirkan berbagai ide cemerlang dalam rangka membangun Meranti lebih baik lagi kedepan, dan kepada mahasiswa dan kaum muda Meranti, dapat menjadi agent of chance dengan memanfaatkan seluruh potensi dan sumberdaya Meranti untuk melahirkan berbagai program menuju Meranti yang di cita-citakan.
Pada kesempatan itu, Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Meranti khususnya kaum muda untuk melihat Meranti dengan perspektif positif, menyatukan persepsi menuju Meranti yang lebih baik dimasa yang akan datang. "Jika kita melihat sesuatu secara negatif thingking maka kita tidak akan maju-maju," ucap Bupati.
Berbagai pemikiran dan pandangan muncul dalam diskusi tersebut, senada dengan Bupati Irwan, perwakilan masyarakat Syafrizal, berpendapat, masyarakat harus dapat melihat Pembangunan di Kabupaten Meranti dengan Positif Thingking, pembangunan baru dapat berjalan dengan baik jika program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Pemda seiring dengan kwalitas SDM yang mumpuni, untuk itu sektor SDM harus lebih dulu dibenahi.
Bupati mengatakan positif thingking sangat diperlukan, karena sebaik apapun program pembangunan yang dijalankan Pemda, jika dilihat dengan negatif thingking maka selalu tidak baik. "Jika ada yang bagus mari kita dikung bersama," ajaknya.
Tokoh masyarakat lainnya, Fahrudin Bakar mengucapkan apresiasi kepada Bupati Meranti yang telah berhasil menekan angka keluarga miskin di Meranti, yang dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawangsa di Kupang tahun 2014 lalu, berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan investasi dengan meraih penghargaan Sindo Weekly Magazine di bidang Investasi diawal 2015 lalu. Selain itu berhasil membawa Presiden RI Jokowidodo ke Sungai Tohor.
Seperti dijelaskan Bupati, selama kurun waktu terakhir Pemda Meranti telah berhasil menekan angka kemiskinan dari 42 persen menjadi 32 persen, namun akibat terganggunya stabilitas ekonomi nasional, kenaikan BBM dan harga sembako, menyebabkan kembali tingginya angka kemiskinan di Meranti.
Menuntaskannya, Pemda Meranti akan berupaya melakukan pemerataan pembangunan hingga ke pedesaan. Diakui Bupati, pembangunan yang ada di Selatpanjang lebih baik dari pembangunan di Kecamatan Merbau, Putri Puyu maupun Rangsang Pesisir. Hal itu dipengaruhi oleh kondisi daerah yang cukup berat serta keterbatasan akses. "untuk mengakses Desa sangat sulit, kita ingin membangun infrastruktur yang baik namun kondisi alam yang sangat berat menjadi kendala," jelas Bupati.
Seperti yang terjadi pada pembangunan Jembatan Selat Rengit (JSR) yang menghubungkan Pulau Merbau dan Tebing Tinggi. Yang direncanakan sebagai penghubung antara daerah kota dan daerah terpencil.
Masalah pengangguran di Meranti menjadi prioritas yang harus diruntaskan, sekedar informasi, jumlah tamatan SLTA sederajat di Meranti tiap tahunnya berjumlah 2700 orang, sebanyak 700 orang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, 2000 orang lainnya menganggur dan sebagian lagi masuk pasar kerja, kondisi semakin diperburuk dengan masuknya 300 orang tamatan sarjana, belum lagi Migrasi membuat tekanan pengangguran, masalah ekonomi dan keamanan semakin tinggi. Jika tidak bisa mengkondisikan peluang kerja dan masuknya investor maka akan berdampak pada meningkatnya kemiskinan.
Ikatan Pelajar Mahasiswa Selatpanjang (IPMS) foto bersama usai menggelar diskusi publik dengan narasumber utama Bupati Irwan Nasir. Mereka memperbincangkan kondisi dan nasib Kabupaten Kepulauan Meranti.
Dijelaskan Bupati, mengatasi hal itu, selama kepemimpinannya, menerapkan beberapa konsep, yakni menjamin perut masyarakat tetap kenyang, salah satunya dengan mengambil kebijakan nekat, memperkerjakan 250 orang Satpol PP. "Dulunya mereka menganggur dan banyak yang jadi preman dengan kita pekerjakan dapat mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, begitu juga dengan mengangkat 450 orang janda miskin dan orang tua menjadi petugas kebersihan, ini bukan sekedar memperkejakan tapi usaha kita menyelesaikan masalah sosial," ujar Bupati.
Setelah perut kenyang, hal lainnya yang harus dijaga kesehatan masyarakat, saat ini Meranti memiliki Puskesma di tiap Kecamatan yang aktif 24 jam berikut 1 dokter, Puskesdes dan Pustu setta Bidan di tiap desa. Membangun kerjasama dengan RS didaerah tetanggga Tanjung Balai Karimun dan Bengkalis untuk masyarakat yang jauh dari Selatpanjang.
Setelah sehat, menurut Bupati harus pintar, dan Pemda Meranti menyiapkan dana beasiswa sebesar 6 miliar. Seperti diketahui dalam rangka mempersiapkan bibit unggul, Pemda Meranti telah menyekolahkan tamatan SMU sebanyak 25 orang di Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menjadi tenaga pengelola pertanian hebat, Akuntasi UNRI sebanyak 30 orang, dan ITB Bandung sebanyak 33 orang, di Politeknik Pengelolaan Keuangan UGM sebanyak 30 orang serta menyekolahkan ke Sekolah Tinggi Administrasi Negara (STAN). "Semua dalam rangka melahirkan generasi muda yang tangguh sebagai operator pembangunan," ucap Bupati.
Selain itu mengupayakan masyarakat memiliki uang banyak, dengan mencibtakan berbagai peluang usaha, "saya terpaksa menjadi direktur marketing, meperkenalkan Meranti ke tingkat nasional dan internasional, hasilnya banyak investor yang masuk dan terjadi peningkatan APBD dari 300 Miliar menjadi 1.6 Triliun. Dihadapan para mahasiswa dan tokoh masyarakat, Ditegaskan Bupati Irwan, hal itu belum cukup jika tidak diiringi dengan peningkatan akhlak dan keimanan. Dan melalui program MTQ mulai dari tingkat Desa, Kecamatan hingga Kabupaten telah berhasil membawa Meranti meraih prestasi peringkat II MTQ Tingkat Provinsi Riau. Dan 6 orang Qori asal Meranti telah mewakili Riau di aja g MTQ tingkat Nasional. Ditahun 2015 ini Bupati menargetkan Meranti meraih peringkat I MTQ.
Pada kesempatan itu, Abdul Halim yang turut menjadi pembicara meminta mahasiswa dapat menjadi agent of change, menggunakan skil yang dimiliki untuk mencibtakan peluang kerja jangan sampai menjadi pengangguran. Siapkan diri menjadi manusia yang terbaik, bermanfaat tidak saja untuk keluarga tetapi bangsa dan negara.
Pengamat perkotaan Mardianto Manan, mengatakan Meranti diprediksi dapat mejadi Batam kedua hal itu sesuai dengan letaknya yang strategis berdekatan dengan dua negara tetangga Malaysia dan Singapura serta didukung potensi besar yang dimiliki. "Meranti kedepan akan mapu bersaing dan sejajar dengan Kabupaten lainnya," ujarnya.
Menurut Mardianto, untuk mewujudkannya perlu memperhatikan managemen perkotaan yakni pengelolaan sistem kegiatan yang baik, jaringan yang baik serta pengelolaan kelembagaan yang baik. (Adv)
Sumber : www.halloriau.com
Wednesday, 27 May 2015
Legislator: RTRWP Riau harus ditinjau ulang
Pekanbaru (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Riau harus tertunda pengesahannya karena akan ditinjau ulang kembali oleh panitia kerja tata ruang di Senayan.
"Tata Ruang bagian tugas Komisi II. Sudah ada panjanya dan hampir seluruh RTRWP di berbagai daerah akan ditinjau ulang kebijakan tata ruangnya, termasuk Riau," katanya di Pekanbaru, Rabu.
Dia mengatakan, hal itu karena selama ini instansi terkait hanya bekerja sektoral. Contohnya Kementerian Agararia Tata Ruang, Pekerjaan Umum, Kehutanan, Perkebunan punya peta dan regulasi tersendiri-sendiri dulu.
Kementerian Agraria misalnya telah menata sedemikian rupa tata ruangnya, lalu masuk kementerian kehutanan dan hasilnya jadi kacau. Untuk ini pemerintah harus duduk satu meja agar setiap sektor mempunyai kesamaan tata ruang.
"Sudah dicoba ambil peta dari semua kementrian itu saat rapat di komisi II. Ternyata setelah coba disesuaikan, ternyata tidak cocok," ungkap Ketua Fraksi PKB MPR itu.
Saat ini, kata dia, hal itu telah disepakati bahwa sektor acuannya saat ini adalah Kementerian Agraria, Tata Ruang, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Selanjutnya diikuti oleh kementerian terkait lainnya.
Ketika ditanyakan apakah proses pengkajian RTRWP Riau akan menghambat pembangunan provinsi itu, dia mengatakan memang akan tergannggu. Namun itulah solusi yang dinilai tepat untuk memperbaharui kacaunya tata ruang.
"Memang terganggu, tapi ini solusinya," ujar Legislator asal Riau ini.
Di Riau sendiri, belum disahkannya RTRWP sering dijadikan alasan pejabat setempat belum terlaksananya pembangunan. Bahkan untuk pembangunan yang bersumber dari dana pusat sekalipun seperti Jalan Tol TransSumatera Pekanbaru-Dumai karena melewati kawasan hutan lindung.
Sumber ; www.antaranews.com
Pemprov Riau Kembali Belanja Mobil Dinas Pejabat Sebesar Rp20,7 Miliar
Gubernur Minta SKPD Dukung Keterbukaan Informasi Publik
MC Riau Raih Penghargaan Terbaik Nasional
Thursday, 29 January 2015
Sekuel Terbaru Cicak VS Buaya : Masihkah Kita Terus Menjadi Bebek?
![]() |
| foto netizen |
Tuesday, 9 December 2014
Menuju Riau 2020, Serumpun Mahasiswa Riau Banten Adakan Seminar Kebudayaan di UIN Jakarta
JAKARTA, GORIAU.COM - Serumpun Mahasiswa Riau (Semari) Banten bekerjasama dengan Badan Penghubung Provinsi Riau melaksanakan acara seminar kebudayaan di parkiran Aula Student Center UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Minggu (7/12/2014).
Tema yang diangkat dalam seminar tersebut “Mengangkat Bakat Mahasiswa Riau Tentang Seni Budaya Melayu di Berbagai Bidang dalam Menghadapai Globalisasi untuk mencapai visi misi Riau 2020 sebagai Pusat Kebudayaan Melayu Se-Asia Tenggaraâ€
Acara yang dibuka dengan penampilan silat persembahan dan juga penampilan tari persembahan yang dibawakan oleh mahasiswa Riau, menjadi pusat perhatian peserta yang hadir dalam acara tersebut,
Ketua Panitia dan juga Kabid Kemasyarakatan Badan Penghubung Provinsi Riau, Drs.Zulfikar, MSi, MH dalam sambutannya menyampaikan, tema yang diangkat dalam seminar tersebut bertujuan untuk mewujudkan sebuah payung kebudayaan daerah, yakni kelangsungan budaya melayu secara komunitas mahasiswa dalam kerangka pemberdayaan sebagai alat pemersatu dari berbagai etnis yang ada menumbuh kembangkan bakat serta pembinaan khusus untuk mehasiswa Riau Jabodetabek dalam seni budaya melayu melalui organisasi-organisasi yang ada.
Dikatakan, dengan acara ini organisasi primordial Riau seperti Semari Banten bisa segera membentuk sanggar kebudayaan untuk pendanaan dan pengadaan alat pendukung kami akan membantu komunikasikan ke Pemprov.
Alumni sarjana kebudayaan ini juga mengatakan bahwa Seminar ini nantinya diharapkan mampu melahirkan sanggar-sanggar baru untuk mendukung Budaya Riau itu sendiri.
Seminar diikuti lebih kurang 200 peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota Serumpun Mahasiswa Riau (Semari) Banten, PNS dari Badan Penghubung provinsi Riau, dan Organisasi primordial dari berbagai daerah nusantara, topik yang dibahas tentang harapan dan langkah-langkah dalam terwujudnya Visi Misi Riau 2020,
''Hasil dari seminar ini diharapkan dapat dibukukan dan menjadi pedoman sehari hari, juga diharapkan organisasi mahasiswa Riau yang ada diluar daerah untuk dapat lebih mencintai dan memperkenalkan seni dan kebudayaan Riau di tingkat nasional dan juga selalu mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya lebih kepada kebudayaan,'' kata Karyono, SHi, SPd, MH selaku Dewan Pembina Organisasi Serumpun Mahsiswa Riau Semari Banten.
Sementara itu, narasumber M Reyhanuddin T dalam penyampaiannya, dalam mencapai visi misi Riau, pemerintah daerah diharapkan lebih memperhatikan dan melaksanakan kegiatan-kegiatan kebudayaan baik di daerah maupun di luar daerah untuk mempromosikan seni budaya Riau, juga menjadi PR bersama baik pemerintah daerah maupun masyarakat untuk mempertahankan seni dan kebudayaan Riau kepada generasi yang akan datang agar tetap lestari, dengan selalu melaksanakan kegiatan kebudayaan dalam membantu terwujudnya visi Riau 2020
Pengurus dan juga ketua Serumpun Mahasiswa Riau (Semari) Banten Andi Zaidul Khair dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Badan penghubung Provinsi Riau yang telah memberikan kesempatan kepada Semari Banten, untuk bersama menyelenggarakan acara seminar ini dan kedepan kegiatan-kegiatan kebudayaan sehingga diharapkan seni dan kebudayaan Riau akan terus ada dan tetap lestari, dan Serumpun Mahsiswa Riau Siap mendukung dalam terwujudnya visi misi riau tahun 2020
Saturday, 18 May 2013
Memahat Marwah Diatas Langit
Saat itu kami, apalagi saya tidak paham makna apa yang ada di balik mata dan cahaya. Karena memang dia tidak menerjemahkan secara lengkap. Dan kalaupun dijelaskannya saat itu, saya pastikan kami, terutama saya tidak mungkin akan mengerti maksudnya.
Setelah berjuta-juta menit mengikuti peradaban kehidupan, barulah saya memahami, bahwa pendidikan itu menuntun kita untuk tetap berada dalam jalan yang benar. Pendidikan menjadi penerang dalam kegelapan. Pendidikan itu seperti matahari, seperti bulan, seperti bintang. Pendidikan itu mengakat derajat, pendidikan itu mengakat marwah. Bersyukurlah bagi orang-orang yang telah terdidik.
Dengan pendidikan jugalah, Riau sebagai sebuah provinsi terbentuk. Digagas oleh H Wan Ghalib, H Abdul Hamid Yahya, T Kamarulzaman, Zaini Kunin, Ridwan Taher, H Abdullah Hasan dan HM Amin, serta orang-orang terdidik lainya, melalui Kongres Rakyat Riau I tahun 1956, terwujudlah mimpi menjadi Bumi Lancang Kuning sebuah provinsi otonom terlepas dari Provinsi Sumatera Tengah.
Begitu juga gubernur yang memimpin Riau. Pasca reformasi sudah tiga periode pemimpin Riau berasal dari orang Riau sendiri yang terdidik. Dari zaman H Saleh Djasit hingga HM Rusli Zainal. Bupati/wali kota juga sama, dipimpin oleh orang Riau asli yang terdidik. Mestinya orang-orang terdidik ini lebih berorientasi untuk memerioritaskan pembangunan dunia pendi dikan. Dengan harapan masyarakat Riau secara keseluruhan mendapatkan pendidikan yang layak. Sehingga marwah masyarakat Riau bisa terangkat.
Beberapa pekan lalu, saya berada di Desa Mentulik di Kabupaten Kampar. Dari Pekanbaru untuk mencapai desa ini memerlukan waktu sekitar satu setengah jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat. Jalan menuju desa yang terletak dipinggiran sungai Kampar ini adalah jalan tanah. Panas berdebu, hujan becek. Dalam benak saya saat itu, bagaimanalah anak-anak di desa ini jika ingin melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi. Harus menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.
Hampir di seluruh kabupaten/kota kondisi ini sangat gampang ditemui. Selain persoalan infrastruktur, juga masalah ketersediaan fasilitas penunjang pendidikan yang masih minim. Jika melihat data Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, penghujung tahun 2012, ada 11.043 ruang kelas yang tergolong rusak.Dari jumlah tersebut, 6.985 ruang kelas di antaranya tergolong rusak ringan. Sementara 4.058 ruang kelas lainnya tergolong rusak berat.
Ruang kelas rusak berat terbanyak ada di tingkat sekolah dasar (SD). Dimana, dari 21.137 ruang kelas di SD negeri se Riau, 2.334 ruang diantaranya tergolong rusak berat. Sementara di SD swasta jumlah yang rusak berat mencapai 164 ruang kelas. Begitu juga ruang kelas di tingkat SMP. Dimana, dari 4.802 SMP negeri, 265 ruang di antaranya dinyatakan tergolong rusak berat. Sementara, 724 ruang lainnya tergolong rusak ringan. Lalu, di SMP swasta, 150 ruang rusak berat dan 185 ruang tergolong rusak ringan. Hal yang sama juga terjadi untuk ruang kelas SMA.Ironis.
Dua hari yang lalu, dan hampir setiap hari saya melihat gedung-gedung yang dibangun oleh pemerintah di Pekanbaru. Menjulang. Dengan desain modern, berdiri kokoh. Ada berbentuk bundar dengan puluhan ribu tempat duduk, ada bujur sangkar dengan ornamen Selembayung. Ada Corak dan warna mengusung konsep minimalis tapi dengan anggaran maksimalis. Gedung-gedung itu, saat ini membisu, diam dan kaku. Setelah riuh beberapa pekan, lalu sunyi untuk waktu yang jauh.
Saya tidak tahu keberadaan Ibu Hasnah saat ini. Apakah berumur panjang atau menepi di samping ilahi.
Entahlah Ibu Hasnah....maafkan kami tak sempurna mengartikan mata dan cahaya. Karena kami saat ini hanya mampu memahat marwah di atas langit, bukan di bumi tempat kami berpijak.***
Edwir Sulaiman
Redaktur Pelaksana Riau Pos
50 % Persyaratan Cagub Independen Tidak Memenuhi Syarat
"Dari hasil verifikasi di tingkat KPU, ada banyak ditemukan permasalahan dari dukungan yang sifatnya kolektif, yang tidak sesuai dengan petunjuk KPU Provinsi," jelas anggota KPU Kota Pekanbaru Abdul Wahid, Kamis (16/5/13).
Wahid menjelaskan, verifikasi dukungan kolektif bermasalah dari lembar dukungan yang tidak ditandatangani setiap lembarnya oleh pasangan calon, Ada juga yang sifat dukunganya terpotong. Menurutnya itu tidak sesuai dengan Peraturan KPU nomer 9 tahun 12 pasal 43 huruf h dan i, dimana harus setiap lembar kepalanya ditandatangani pasangan calon.
"Banyak yang bermasalah, seharusnya kalau kolektif itu nomer daftarnya ber urut dan di satu kepala ditandatangani. Ada juga yang berurut, tapi lembaranya masing-masing memiliki kepala. Ini harus setiap lembar ditandatangani, tetapi hanay ditandatangani di lembar terahir," contohnya.
Uantuk hasil verifikasi dukungan perseorangan, banyaknya permasalahan ditemui tidak adanya tandatangan atau matrai pendukung perorangan. Dimana, dari hasilverifikasi PPS dukungan perseorangan harus dibubuhi keduanya, kalau hanya satu saja maka tetap dinyatakan sebagai TMS.
Dicontohkanya, dari seratus dukungan yang masuk hanya satu dukungan yang ditandatangani diatas matrai itu yang dianggap MS (memenuhi syarat) dan 99 dinyatakan TMS. "Walau ada dukungan yang ada matrai, tetapi tidak ada tandatangan atau sebaliknya ada tandatangan tidak ada matrai itu TMS," tegasnya.















